logo blog

6 Bangunan Cantik yang Terlewatkan Publik


1. Mezquita, Cordoba, Spanyol
Terletak di antara Seville dan Granada di perbukitan Andalusia, Cordoba pernah menjadi ibu kota emirat Moor di Spanyol. Mezquita, sebelumnya Masjid Agung, dibangun sebagai bangunan utama bagi umat muslim di negara tersebut, lengkap dengan elemen arsitektur tradisional seperti ornamen hiasan dan ukiran kayu yang rumit.

Pada abad ke-13, setelah peristiwa Reconquista oleh umat Kristiani, seluruh kompleks bangunan tersebut diubah menjadi katedral yang kini dikenal sebagai Mezquita. Bangunan tersebut adalah contoh langka dari gaya Mudejar dan perpaduan unsur-unsur Islam dan Kristen yang terbentuk ketika dua kebudayaan tersebut hidup berdampingan. Bangunan tersebut juga merupakan situs warisan dunia UNESCO.

2. Jantar Mantar, Jaipur, India

Kunjungan ke India biasanya mencakup wisata ke Hawa Mahal (Palace of the Winds) dan Amer Fort, tapi kami memiliki rekomendasi tempat lain bagi wisatawan yang akan mengunjungi India. Jantar Mantar adalah situs observasi astronomi di Jaipur yang menonjol sebagai bangunan yang paling signifikan dan paling terpelihara dari observatorium bersejarah India. Tidak seperti observatorium dengan teleskop dan lensa khusus, Jantar Mantar dibangun pada awal abad 18 untuk mengamati posisi dan fenomena astronomi dengan mata telanjang.


Anggota Virtual Tourist menyarankan untuk menyewa pemandu wisata untuk lebih memahami instrumen yang berbeda dan kegunaannya karena banyak perlengkapan observatorium di sana digunakan lebih dari sekadar kebutuhan astronomi sederhana, seperti memperkirakan waktu dan memprediksi hujan.


3. Museum Hanoi, Hanoi, Vietnam

Meski sebagian besar pengunjung di Vietnam berfokus mengunjungi kuil dan bangunan kolonial di sana, sebuah museum modern baru di ibu kota di negara tersebut bisa mengubah tradisi itu. Museum Hanoi, yang dirancang oleh GMP Architekten of Germany, menggabungkan beberapa tema umum konstruksi museum dengan sentuhan baru.

Bangunannya menyerupai piramida terbalik dengan empat tingkat bangunan yang mengerucut ke bawah, lantai dasarnya secara signifikan lebih kecil daripada lantai di atasnya. Dekorasi taman dan kolam besar di halaman gedungnya menjadi pemandangan yang menarik dalam menyambut pengunjung masuk ke dalam gedung.


4. Museum Isabella Stewart Gardner, Boston, Amerika Serikat
Hanya sedikit museum rumahan memiliki sejarah, koleksi dan pengaruh lama dalam lingkungan masyarakatnya seperti yang dimiliki Museum Isabella Stewart Gardner. Stewart Gardner, seorang perempuan kolektor seni terkemuka pada masanya, adalah seorang pribadi yang gemar melakukan perjalanan, berpetualang, dan menghibur dengan cara yang agak memalukan bagi seorang wanita penyandang sosial tinggi dan pernah mengenyam pendidikan di Victorian Boston.


Dibangun pada 1902, museum tersebut dibentuk menyerupai kediaman Venesia pada abad ke-15. Di antara lebih dari 2.500 barang koleksinya, barang yang paling terkenal di antaranya adalah beberapa karya Eropa dari Sargent, Whistler, dan Titian. Sisi bangunan baru yang dirancang oleh arsitek terkenal, Renzo Piano (yang juga membangun gedung pencakar langit Shard di London) telah ditambahkan pada Januari 2012.


5. Biara Rila, Rila, Bulgaria

 Meskipun tidak banyak dikenal di luar Bulgaria, Biara Rila adalah bangunan yang wajib untuk dilihat oleh siapa pun yang mengunjungi negara tersebut. Didirikan pada abad ke-10 oleh St John of Rila, biara ini terletak sekitar 120 km selatan dari Sofia di Pegunungan Rodopi. kompleks bangunannya memainkan peranan penting dalam kehidupan spiritual dan sosial masyarakat Bulgaria selama lebih dari 10 abad dan gaya arsitektur dari berbagai periode waktu terpelihara dengan baik. Selain bangunan itu sendiri, karya dari pelukis setempat juga dapat dilihat dalam lukisan-lukisan indah di langit-langit biara.

6. Masjid Selimiye, Edirne, Turki

Sinan, salah satu arsitek zaman Ottoman paling terkenal, merancang Masjid Suleymaniye, masjid terbesar di Istanbul dan salah satu situs paling terkenal di kota tersebut, namun bukan bangunan ini yang dianggap oleh Sinan sebagai karya agungnya. Menurutnya, Masjid Selimiye di Erdine, bekas ibu kota Ottoman yang terletak di perbatasan Yunani dan Bulgaria di sepanjang sisi Eropa Turki, adalah pencapaian terbesarnya. Bangunan tersebut lebih merupakan sebuah kompleks sosial yang meliputi madrasah (sekolah Islam) serta pertokoan dan dianggap sebagai kompeks bangunan paling terpadu di zaman Ottoman. Fitur paling menarik dan unik adalah bahwa mihrab, ruang kecil di langgar atau di masjid tempat imam berdiri waktu salat berjamaah, terlihat dari setiap titik di dalam masjid.

Mau Artikel Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2012. Rahasia - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib