logo blog

Sejarah Adanya Angpao Saat Imlek


Sejarah Adanya Angpao Saat Imlek
Nah lo ketemu lagi, hehe. Iya dong, pastinya Kumpulan Sejarah gak akan bosan-bosannya nemanin Sobat semua untuk selalu berbagi Informasi yang update, aktual, dan tajam terpercaya pastinya. So keep enjoy in this blog. Masih berhubungan dengan postingan saya sebelumnya mengenai Sejarah Perayaan Imlek, dan Sejarah Kesenian Barongsai, kali ini masih tidak jauh-jauh dari tema imlek yaitu tentang Angpao. Rakyat Tionghoa memiliki tradisi dalam menyambut datangnya tahun baru (Imlek), dan diwariskan secara turun-temurun, salah satunya adalah membagi-bagikan angpao. Saat tahun baru Imlek, anak-anak akan bersujud dan menyampaikan ucapan selamat tahun baru kepada yang lebih tua, saat itulah orang tua akan membagikan angpao yang telah disiapkan sebelumnya kepada anak-anak. Atau pada malam tahun baru saat anak-anak akan tidur, orang tua akan meletakkan angpao itu secara diam-diam di bawah bantal mereka.

Angpao merupakan kebudayaan yang sudah menjadi bagian dari keluarga keturunan cina. Banyak perayaan cina yang memerlukan angpao seperti pesta pernikahan, masuk rumah baru atau tahun baru (imlek).  Singkat kata, angpao muncul di setiap perayaan yang gembira ataupun syukuran. Angpao sebenarnya adalah amplop berwarna merah yang sudah diberi hiasan. Hiasan ini bisa yang berbeda-beda setiap tahunnya, hiasannya bisa berupa tulisan emas, gambar dewa maupun tokoh kartun yang lucu  namun warna merah di ang pao tidak akan pernah berubah karena warna merah melambangkan keberuntungan, gembira, semangat  dan menghalau roh jahat.

Menurut cerita, pada zaman dahulu ada seekor binatang yang tinggi besar, setiap tahun di malam tahun baru binatang itu keluar mengelus-elus dahi anak-anak yang sedang tidur, anak-anak yang pernah dibelainya akan menjadi gila. Demi keselamatan anak-anak, orang tua menjaga anak-anaknya sepanjang malam, dinamakan "Sou Cong".

Berdasarkan legenda di Provinsi Zhejiang, ada sebuah keluarga pasangan suami istri yang baik dan jujur. Mereka baru memperoleh seorang anak diusia senja, sehingga sangat menyayangi anaknya bagaikan benda pusaka. Pada suatu malam tahun baru, agar sang anak tidak diganggu oleh "Cong" (Makhluk besar) itu, kedua orang tuanya menemani anaknya bermain dengan kertas merah berisi uang, setelah sepanjang malam bermain, karena lelahnya orang tua anak itu tertidur, koin uang yang telah dibungkus dengan kertas merah itu jatuh di samping bantal si anak.

Tidak lama kemudian makhluk itu datang, lalu menjulurkan tangannya menjamah kepala anak itu. Kedua orang tua anak itu terbangun kaget, namun, ingin mencegah juga sudah terlambat, saat itulah tampak bungkusan merah di sisi bantal anak itu memancarkan seberkas cahaya terang dan langsung menyinari "Cong", makhluk itu berteriak histeris lalu kabur. Dalam waktu singkat, orang-orang di seluruh pelosok desa mengetahui peristiwa tersebut, dan menganggap bahwa malam hari terakhir ke-30 setiap tahun, dengan kertas merah yang diisi uang dan diletakkan di sisi bantal anak-anak dapat menghalau makhluk itu. Semua orang lalu mengisi uang dengan kertas merah, dan menamakan uang itu sebagai angpao, anak-anak bisa melewati setahun usianya dengan selamat setelah mendapatkan angpao.

Sejarah angpao sudah sangat lama, sudah ada sejak zaman dinasti Han, uang pada waktu itu sebagian besar berbentuk bundar berlubang bulat dan persegi. Sisi depan angpao diukiri dengan tulisan "Qu Yang Chu Xiung" (menghalau bala dan bencana), "Fu Shan Sou Hai"(sehat sejahtera), "Chang Ming Bai Sui" (panjang umur) dan tulisan atau huruf yang membawa berkah. Ada juga di balik angpao itu diukiri dengan gambar naga dan phoenix, kura-kura, ikan kembar dan gambar-gambar hoki lainnya. Kemudian kebiasaan membagi-bagi uang pada musim semi berubah menjadi tradisi orang tua memberi angpao pada anak yang lebih muda.

Angpao ada dua macam, pertama adalah merajut gambar naga dengan benang berwarna, dan diletakkan di kaki ranjang. Kedua adalah angpao yang telah dibungkus uang oleh orang tua, dan dibagikan kepada anak-anak setelah bersujud mengucapkan selamat tahun baru kepada orang tua.

Intinya, tradisi memberi angpao sudah bersejarah lama, ia (Angpao) itu menandakan penambahan usia, menghalau penyakit, menolak bala, keselamatan dan sebaginya, adalah do'a restu yang baik orang tua untuk anak-anak dan generasi yang lebih muda.

Sumber

Mau Artikel Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2012. Rahasia - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib